Tahukah anda bahwa anemia bukan penyakit? Anemia merupakan indikasi dari penyakit serius. Jadi jangan salah paham, anemia bukan penyakit melainkan sebuah indikasi. Penyebab anemia adalah karena kekurangan zat besi. Seseorang bisa kekurangan zat besi karena gizi buruk, kebiasaan minum kopi dan teh, penyakit genetik, dan bisa juga disebabkan karena mengkonsumsi obat sakit maag atau obat asam lambung.

biji wijen sumber zat besi

Bagi Anda yang sudah teridentifikasi memiliki gejala anemia, ada banyak jenis makanan sumber zat besi yang bisa anda gunakan untuk memenuhi kebutuhan zat besi. Dan, berikut adalah makanan-makanan terbaik yang merupakan sumber zat besi paling kaya yang bisa Anda coba.

Biji wijen

Biji wijen, terutama yang berwarna hitam, adalah sumber zat besi yg paling banyak. Mengkonsumsi satu sendok teh biji wijen sehari bisa membantu memenuhi kebutuhan zat besi. Atau, Anda juga bisa mencampurkan biji-bijian tersebut dengan madu agar lebih mudah dikonsumsi. Sebaiknya rendam biji wijen tersebut selama kurang lebih 2 jam menggunakan air hangat sebelum ditumbuk hingga halus dan dicampurkan dengan madu.

Sayur bayam

Bayam, misalnya satu cangkir, apabila dikonsumsi setiap hari bisa membantu menyembuhkan anemia. Bayam merupakan sayuran berdaun hijau gelap yang kaya akan vitamin. Kandungan vitamin yang terdapat didalam sayur banyam diantaranya adalah, vitamin A, vitamin B9, vitamin E, dan vitamin C. Ada juga berbagai mineral lainnya seperti zat besi, kalsium, dan betakaroten.

Setengah cangkir bayam yang sudah direbus umumnya mengandung sekitar 3,2 mg zat besi, setara dengan 20% dari kebutuhan zat besi harian seorang wanita.

Bayam disarankan untuk dikonsumsi setelah direbus karena mengandung asam oksalat yang dapat mengganggu penyerapan zat besi oleh tubuh apabila dikonsumsi dalam keadaan tidak matang. Jadi merebus bayam walaupun hanya sebentar bisa menurunkan kadar asam oksalat tersebut.

Tomat

Tomat adalah buah sekaligus sayuran yang kaya akan zat besi dan kaya akan vitamin C. Jika kopi dan teh yang mengandung kafein dapat menyebabkan penyerapan zat besi oleh tubuh terganggu, sebaliknya, vitamin C akan bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan tubuh dalam menyerap zat besi. Jadi kombinasi antara zat besi dan vitamin C yang terdapat di dalam tomat akan membuat tubuh lebih maksimal dalam menyerap vitamin C untuk mengatasi anemia.

Delima

Mengkonsumsi delima pada saat perut masih kosong di pagi hari, sekitar 200 gram adalah yang disarankan untuk mengobati anemia. Atau, Anda juga bisa mengkonsumsi buah delima dalam keadaan segar. Di dalam buah delima terkandung karbohidrat, serat, gula, protein, zat besi dan kalsium.

Buah kurma

Buah kurma kaya akan zat besi. Di dalam 100 gram buah kurma terkandung sekitar 0, 90 mg zat besi. Buah tersebut apabila dikonsumsi bisa menjadi obat anemia karena dapat membantu meningkatkan hemoglobin didalam darah. Selain itu, kurma juga dikenal kaya akan mineral lainnya seperti: kalsium, tembaga, mangan, dan magnesium.

Makan jeroan: hati

Jeroan berupa organ hati adalah sumber zat besi yang sangat baik dan mudah diserap oleh tubuh. Kemampuan tubuh dalam menyerap zat besi dari makanan berupa organ hati sekitar 15% hingga 35% 

Daging merah

Berbagai jenis daging merah, mulai dari daging sapi, daging kerbau, dan daging kambing, ketiga-tiganya adalah sumber zat besi yang sangat baik dan mudah diserap oleh tubuh. Bahkan lebih mudah dan lebih baik dibandingkan dengan berbagai jenis makanan non hewani.

Kismis

Kismis mengandung kalsium, kalium, natrium, protein, serat, dan zat besi. 100 gram kismis mengandung 1,88 mg zat besi. Jadi tidak perlu ragu untuk mengkonsumsi kismis jika anda ingin mengatasi anemia.

Berbagai jenis labu

Berbagai jenis labu yang anda kenal juga merupakan sumber zat besi yang sangat baik. Entah itu labu air, labu siam, labu kuning, atau labu-labu yang lainnya, berbagai jenis labu kaya akan vitamin C, kalsium, dan zat besi.

Daun katuk

Sayuran yang bisa menjadi sumber zat besi lainnya untuk mengobati anemia adalah daun katuk. Di dalam daun katuk terkandung protein, vitamin A, vitamin K, serat, kalsium, kalium, magnesium, vitamin C dan juga zat besi.

Published by romancameroz

Hallo, saya Roman. Saya sangat suka dengan hal-hal baru untuk saya bagikan kepada sobat semua.